Senin, 08 April 2013

tuhan ...ijinkan aku egois malam ini

9 maret 2013

waktu sudah meunjukka pukul 22.00 namun tidak ada tanda-tanda kota metropolitan akan sepi, terlebih malam itu adalah malam minggu, disepanjang jalan dipenuhi dengan anak muda yang seolah ingin menghabiskan malam bersama gemerlapnya Jakarta. Ah….itu kah potret anak muda bangsa ini. Hari itu saya bersama teman yang lain mengunjungi sebuah pamera buku islami terbesar di Jakarta, alasan terbesrnya adalah karena harganya yang murah, maklum mahasiswa. Saking asiknya mencari buku sampai saya tak sadar saat itu hari telah beranjak malam. Saya coba sms teman yang lain, ternyata mereka sudah pulang. Rasa panik kemudia mulai meyergap, beruntung ada kakak kelas yang saat itu belum pulang meski mereka akan pulang larut malam tapi saya putuskan untuk tetap menunggu. Saya ingat malam itu trans Jakarta teramat penuh sampai para penumpang berebut tempat duduk.Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan tempat duduk dengan perjungan keras tentunya.. Tak lama setelah itu ada seorang ibu yang berdiri sambil meggendong anaknya. Saya ingin menolongnya memberikan tempat duduk, namun rasa kantuk dan lelah berhasil mengalahkan rasa kepedulian saya. saya berpura-pura tidur dan tidak melihatnya, samapi ada seorag wanita yang merelakan tempat duduknya untuk ibu tersebut. Saat itu saya benar-benar merasa bersalah. Sifat kepedulian saya malam itu terkalahkan oleh rasa kantuk. Saya berujar dalam hati. Ya rabb bolehkan aku egois malam ini, sekali saja. Namun sang kekasih ALLAH telah menjawabnya ratusan tahun silam” Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.”(HR.Bukhori & Muslim). Sifat egois saya adalah bukti bahwa saya tidak mencintai saudaranya sediri. Sepanjang perjalanan saya tak henti beristighfar, memohon ampunan padaNya dan berjanji cukup malam ini saja saya menjadi seorang yang egois.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar