Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2013

Katika keyboard bicara

Aku termenung di depan computer memperhatikan tools-demi tools huruf yang ada di keyboard, setengah jam berlalu tak juga jari ini menyentuh key board. Satu jam berlalu begitu saja,tanpa hasil. Perlahan kini aku mulai menyentuhnya, merasakan ada chemistry aku dengannya. Dapat Aku dengar key board itu berbisik padaku sentuhlah aku, maka kau akan mendapatkan keajaiban. Aku mulai berani memainkan jari ini, setiap aku berhenti ingin meghapus tulisan selalu ada bisikan jangan di hapus biarkan waktu yang memperbaiki tulisanmu. Maka aku urungkan niat itu sampai akhirnya aku tidak menyadari satu halaman telah penuh dengan tulisanku. Ku baca ulang kembali tulisanku dari awal, aku tersenyum. Biarlah waktu yang akan memperbaiki tulisanku……….

prestise vs prestasi

Sekilas percakapan saya dengan bapak penjual es podeng di depan sebuah uiversitas islam negri daerah Ciputat Bapak penjual es: jurusan apa neng? Saya: ekonomi syar’ah, saya gak kuliah di sini pak Bapak penjual es: di Muhammadiyah Jakarta? Saya: bukan, saya kuliah di SEBI(Sharia Economic Banking Institute) daerah Sawangan Bapak penjual es: memang yang kuliah di sini hanya orang pintar, dan beruntung saja Saya: dekat sedikit nada kesal namun berusaha tetap dengan nada candaaan, dan yang punya duit pak, kata saya Bapak: oh bukan Saya: ya harus pak kalau gak punya duit gak bisa makan haha.....saya dan bapak penjual es tertawa Akhirnya teman saya ikut menimpali, gak juga pak universitas yang bagus dan gede itu belum tentu mahasiswanya baik semua, karena kuliah itu tergantung kitanya. Mau kulaih di tempat sebagus apa juga kalau kita gak benar-benar ya sama aja, begitu juga sebaliknyaketika kita kuliah di swasta atau di tempat yang tidak segede universitas ini kalu kita sungguh-sungguh pasti akan ber…

catatan hati seorang santri

Masuk Pesantren? Oh no!!!
Tdak mungkin terjadi! Pasti hanya mimpi buruk. Aku harus segera bangun dari mimpi buruk ini. Tapi, ini bukan mimpi, ini kenyataan. Kenyataan pahit yang harus aku telan. Bukankah seharusnya aku sedang kuliah? Tapi kenapa aku terdampar di sini? Di tempat yang penuh dengan kekangan ini?

Aku tak tahu, entah kenapa tiba-tiba aku harus terdampar di planet bernama Pesantren ini. Planet dengan penghuni yang aneh, memakai kerudung lebar, tidak ada komunikasi antara laki-laki dan perempuan, tidak ada internet, tidak ada acara jalan-jalan. Huh!! Hari-hariku pasti akan suram di sini, itu pikirku saat itu.

Aku tidak terbiasa dengan semua ini, semuanya serba ngantri, tidak boleh berisik, tidur tepat waktu, dibangunkan pagi-pagi buta. Tidak! Ini bukan duniaku. “Ishbir ya ukhti.” hanya kata itu yang biasa aku dengar. “Sabar sih sabar! Tapi semua kan ada batasnya.” batinku. Kufikir, penderitaan ini berakhir sampai di sini, ternyata tidak! Tidak ada hp ataupun intrnrt, bagaimana …

aku bukan kutu buku

Entah sejak kapan aku mengenalnya, yang jelas kehadirannya dalam hidupku membuat hari-hari ku selalu penuh warna, canda tawa, bahkan kadang air mata. Dia bernama..... buku.             Tidak butuh proses lama untuk mengenalnya. Awal aku berjumpa dengannya disebuah perpustakaan, dia berjajar dengan teramat rapi. Tiba-tiba, entah mengapa aku ingin sekali mengambilnya, untuk mengenalnya lebih jauh. Setelah aku buka, aku pun menemukan sesuatu yang tak pernah aku tahu sebelumnya. Mulai saat itulah aku bersahabat dengan buku. Kemana pun aku pergi, dia selalu ada bersamaku.             Awalnya hanya buku dongeng yang aku baca, maklum, waktu itu aku masih duduk di sekolah dasar. Seiring berjalannya waktu, aku mulai melahap berbagai jenis buku. Mulai dari novel, sastra, majalah, sampai  koran pembungkus gorengan pun aku baca karena di daerahku masih jarang sekali buku.             Aku ingat, saat aku masih duduk di sekolah dasar, kakakku membawa novel Siti Nurbaya dan Ronggeng Dukuh P…

kisah tentang luka

Gambar
Aku tidak pernah percaya bahwa di dunia ini ada persahabatan yang abadi, yang ada hanyalah sedikit kebahagiaan dan banyak kisah memilukan. Tapi hari ini teori itu terbantahkan. *** Sifatku yang supel, mudah bergaul dengan semua orang, membuatku jarang sekali mempunyai teman dekat. Bagiku sudah cukup bahagia ketika kita bisa berbagi dengan semua teman tanpa harus ada keterikatan dengan satu orang. Meskipun pada akhirnya, aku baru sadar betapa perlunya seorang sahabat, terlebih ketika aku menjalani kehidupan di asrama. Dia beda, itu kesan pertama. sifat yang tak jauh berbeda denganku, supel, periang.meskipun umurnya di bawahku tapi wawasan dan pengetahuannya jangan di ragukan. Itu yang menjadikan kami sering berdiskusi panjang lebar hingga tak sadar sebenarnya sudah memasuki wilayah pribadi (baca:curhat). Ada satu hal yang membuat aku selalu merasa berharga di matanya, sifat kekanak-kanakan yang dia miliki menjadikan aku merasa menjadi kakak untuknya. Bertanggung jawab untuk menjaga kelan…

agar cinta tak buta

Gambar
Allah menganugerahkan rasa cinta kepada manusia, agar mereka  hidup damai di muka bumi.karena dengan cinta, kedamaian, kasih sayang, kerukunana, dan ketentraman akan terjalin. Namun kadang kita salah memaknai cinta itu sendiri. Terlebih memaknai cinta antar lawan jenis. Ketika rasa itu hadir dengan berani kita akan mengatakan “aku mencintaimu karena allah” karena cinta itu adalah fitrah manusia dan anugerah dari Allah maka kita harus mensyukurinya. Sepenggal kalimat diatas memang benar adanya, namun bentuk kesyukuran itu yang kadang kita maknai dengan salah kaprah.  Setelah kata itu terucap maka muncullah rasa-rasa yang lain, perhatian, sms tausiyah yang judulnya saling mengingatkan namun berakhir pada saling perhatian. Jika kita memaknai cinta dengan pemahaman yang dangkal mungkin akan terjadi semacam ini.namun jika kita sadar cinta itu adalah fitrah. Fitrah yang maknanya suci berati cinta itu adalah suci, tanpa harus kita nodai dengan hal-hal yang akan merusak esensi cinta itu sendi…

temukan jalan kesuksesanmu

28 maret 2013-03-28 Setiap orang memiliki sisi kesuksesan tersendiri dalam hidupnya dan itu bergantung dengan apa yang dia usahakan dan apa yang ia minati, kadang ketika melihat orang lain sukses denga bidangnya kita akan cepat iri dan mengikuti jejaknya. hal itu memang bagus, namun kadang kita melupakan apa yang sedang kita jalani sekarang, sehingga kesuksesan yang kita raihpun akan lama karena kita tidak focus dengan apa yang kita kejar. Percayalah anda punya sisi kesuksesan masing-masing jangan mudah tergiur oleh jejak kesuksesan orang lain sementara anda melupakan tangga yang sedang anda pijak menuju puncak kesuksesan tersebut.