Postingan

perempuan yang baik benarkah untuk lelaki yang baik?

Gambar
tulisan ini sejatinya adalah hasil renungan perjalanan Bekasi-Depok yang seharusnya bisa ditempuh dengan jarak 2 jam tetapi malah lebih dari itu, ya you know lah Bekasi hehe...peace. kalau disuruh ke Bekasi saya paling males, pertama menghabiskan waktu diperjalanan, kedua pas sampe Bekasi saya dianggurin gak d ajak ngobrol, harus inisiatif sendiri kalau mau ngapa-ngapain, sedangkan saya ini orang sunda yag sunda yang penuh dengan basa-basi. Sebut saja yang mengundang saya ke Bekasi adalah Uda x, beliau adalah kaka sepupu saya, hari ini saya diminta ke Bekasi karena beliau baru aja menikah dan mengadakan syukuran di rumah barunya. noted, nikah yang kedua kalinya. sebetulnya saya gak terlalu akrab sama beliau, terlebih beliau jarang sekali ngobrol dan istri pertamanya pun sama jadi kesannya kalau saya ke sana pasti dicuekin itu yang bikin males. Nah istri keduanya ini saya belum tahu seperti apa. ketika sUdah sampai Bekasi, ketemu Uda, salaman speak speak dikit akhirnya saya bantu-bantu…

PERJALANAN MENGEJAR MIMPI

Gambar

TINGKAT ISLAMIC FINANCIAL LITERACY MAHASISWA MUSLIM

Sumiyati (STEI SEBI) uminomic@gmail.com
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat melek keuangan Islam pada mahasiswa muslim di Jabodetabek. Yang diukur melalui 5 indikator yaitu, pengetahuan umum keuangan Islam, simpanan dan pinjaman dalam Islam, asuransi syariah, investasi syariah dan falah. Selain itu, penelitian ini juga akan menjawab apakah terdapat perbedaan tingkatmelek keuangan Islam berdasarkan jenis kelamin, jurusan, nilai IPK dan tempat tinggal. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dan chi square dengan menggunakan bantuan software SPSS 22.00. Hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa, tingkat melek keuangan Islam mahasiswa muslim di Jabodetabek berada dalam kategori rendah dengan skor 58.19%. Berdasarkan indikator yang diukur aspek pengetahun umum keuangan Islam berada pada kategori sedang dengan skor 62.77%, aspek simpanan dan pinjaman dalam Islam kategori sedang dengan skor 73.61%, aspek asur…

Semulia Julaibib

Ini kisah tetang seorang sahabat yang darinya kita akan belajar bahwa fisik bukanlah ukuran kemuliaan seseorang. Namanya Julaibib, pendek, hitam, jelek dan tidak bertahta. Julaibib selalu minder ketika Rasulallah menanyakan perihal pernikahan 
“aku ini tidak laku ya Rasulallah” 
lau kemudian Rasulallah menjawab “wahai Julaibib kamu laku di mata Allah”.
Hingga kemudian Rasulallah menemui salah seorang sahabat. Aku ingin meminang puterimu, sahabat tersebut teramat bahagia karena puterinya akan dinikahi oleh seorang rasul, tapi bukan untuk aku melainkan untuk Julaibib. Julaibib ya Rasulallah, wajah sahabat tersebut seketika murung. Hal inipun disampaikan kepada sang istri, maka tanggapan sang istripun tidak jauh berbeda. Namun sang putri yag mendengan percakapa tersebut berkata “ bagaimana mungkin aku menolak pilihan Rasulallah”. Maka menikahlah Julaibib dan wanita sholehah tersebut, wanita yang tidak menjadikan fisisk sebagai barometer utama dalam memilih pasangan hisup.
Suatu ketika, saat …

Dulu Mutarabbi Sekarang Murabbi

Gambar
Ketika pertama kali mengikuti halaqoh saya membayangkan akan mendapatkan Murabbi yang sempurna, kafa’ah keilmuannya memadai, supel, ceria, ramah dan care. Cerita yang saya dapatkan dari teman yang lebih dahulu mengikuti halaqoh adalah demikian, maka tak heran jika saya mendambakan hal semacamnya. Mulai lah hari pertama saya halaqoh, pertemuan pertama tidak memberikan kesan yang begitu mendalam, pun dipertemuan selanjutnya. Pertemuan-pertemuan berikutnya bertambah kosong, sang murabbi sering izin jadilah halaqoh kami hambar, materi yang saya dapatkan juga itu-itu saja tidak sesuai dengan manhaj, pertemuan halaqoh hanya satu jam, tidak ada sesi curhat/Qodoyah, Murabbi selalu terkesan terburu-buru ingin mengakhiri halaqohnya. saya tidak merasakan apa yang teman saya rasakan ketika menceritakan halaqohnya yang penuh dengan kegembiraan. Pernah suatu ketika saya memberikan ancaman kepada seorang teman, kalau kondisi halaqoh seperti ini terus, saya tidak akan pernah mau halaqoh lagi. selama …

Memaknai Kembali Keikhlasan Kita

Gambar
Never ending learning begitulah sejatinya hidup, setiap detik, menit, jam dan hari-hari yang kita lalui tidak terlepas dari pelajaran-pelajaran kehidupan. Hikmah atau pelajaran hidup dapat kita ambil pada setiap momentum apapun, entah itu dalam keadaan senang ataupun sedih. Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa “orang yang cerdas adalah orang yang dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian hidup”. Hari ini saya mendapatkan sebuah kata mutiara dari seorang teman yang dia posting d grup whatsapp, seperti inilah kira-kira bunyinya: Ikhlas itu ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan Ikhlas itu ketika amal tidak disambut apresiasi sebanding, tak membuatmu urung bertanding Empat baris kata diatas mengingatkan saya kembali pada sebuah makna keikhlasan. Sudah ikhlaskah saya selama ini?. pembahasan ikhlas memang bukanlah hal yang tabu, karena begitu penting dan sulitnya memaknai sebuah keikhlasan maka tema ini pun tak pernah hab…

Di menit ke tiga puluh aku memutuskan untuk mencintainya

Cinta hadir tanpa di duga Menyelinap dengan lembut bak angin surga Namun, cinta juga bisa pergi tanpa diminta Yang akhirnya meninggalkan luka Setahun mengenalmu bagiku sebuah cerita cerita indah,saat aku tahu betapa kau seorang ksatria setahun lalu kau kuanggap hanya teman biasa tempat kita bertukar cerita namun malam ini kau bersikap beda atau hanya aku saja yang merasa?? Seminggu lalu kita bertukar cerita Menghabiskan hari hingga senja Saat itu aku belum memutuskan untuk mencinta Kau kuanggap hanya teman biasa Menit pertama di malam ini kita saling bertegur sapa Hingga tercipta keakraban diantara kita Menit kedua,hingga menit keberapa akupun lupa Karna yang ku ingat hanya percakapa diantara kita Di menit ke dua puluh kau barkata “Jaga dirimu “ Membuatku merasa semakin berharga Di menit ke dua puluh lima kita semakin banyak bercerita Dan di menit ke tiga puluh aku memutuskan untuk mencinta Namun, Di menit ke tiga puluh lima aku berkata Cinta kita bukanlah cinta yang yang harus ada S…