Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Dulu Mutarabbi Sekarang Murabbi

Gambar
Ketika pertama kali mengikuti halaqoh saya membayangkan akan mendapatkan Murabbi yang sempurna, kafa’ah keilmuannya memadai, supel, ceria, ramah dan care. Cerita yang saya dapatkan dari teman yang lebih dahulu mengikuti halaqoh adalah demikian, maka tak heran jika saya mendambakan hal semacamnya. Mulai lah hari pertama saya halaqoh, pertemuan pertama tidak memberikan kesan yang begitu mendalam, pun dipertemuan selanjutnya. Pertemuan-pertemuan berikutnya bertambah kosong, sang murabbi sering izin jadilah halaqoh kami hambar, materi yang saya dapatkan juga itu-itu saja tidak sesuai dengan manhaj, pertemuan halaqoh hanya satu jam, tidak ada sesi curhat/Qodoyah, Murabbi selalu terkesan terburu-buru ingin mengakhiri halaqohnya. saya tidak merasakan apa yang teman saya rasakan ketika menceritakan halaqohnya yang penuh dengan kegembiraan. Pernah suatu ketika saya memberikan ancaman kepada seorang teman, kalau kondisi halaqoh seperti ini terus, saya tidak akan pernah mau halaqoh lagi. selama …