Rabu, 08 Oktober 2014

Dulu Mutarabbi Sekarang Murabbi


Ketika pertama kali mengikuti halaqoh saya membayangkan akan mendapatkan Murabbi yang sempurna, kafa’ah keilmuannya memadai, supel, ceria, ramah dan care. Cerita yang saya dapatkan dari teman yang lebih dahulu mengikuti halaqoh adalah demikian, maka tak heran jika saya mendambakan hal semacamnya. Mulai lah hari pertama saya halaqoh, pertemuan pertama tidak memberikan kesan yang begitu mendalam, pun dipertemuan selanjutnya. Pertemuan-pertemuan berikutnya bertambah kosong, sang murabbi sering izin jadilah halaqoh kami hambar, materi yang saya dapatkan juga itu-itu saja tidak sesuai dengan manhaj, pertemuan halaqoh hanya satu jam, tidak ada sesi curhat/Qodoyah, Murabbi selalu terkesan terburu-buru ingin mengakhiri halaqohnya. saya tidak merasakan apa yang teman saya rasakan ketika menceritakan halaqohnya yang penuh dengan kegembiraan.
Pernah suatu ketika saya memberikan ancaman kepada seorang teman, kalau kondisi halaqoh seperti ini terus, saya tidak akan pernah mau halaqoh lagi. selama 6 bulan saya merasakan hampa dalam setiap pertemuan haalqoh,. Sering saya menyalahkan Murabbi dan menyalahkan keadaan kenapa saya tidak mendapatkan Murabbi yang lebih baik.
Dulu Mutarabbi sekarng Murbbi, begitulah ketika dulu menjadi Mutarabbi saya banyak menuntut ingin halaqoh yang seperti ini lah, harus begitu lah dan sekarang saat saya menjadi seorang Murabbi saya merasakan bahwa Murabbi bukan malaikat, Murabbi hanyalah manusia biasa yang diberikan amanah untuk membina, pun bukan berarti karena Murabbi lebih luas ilmunya namun karena Murabbi sudah lebih dahulu merasakan pembinaan dan akhirnya membina. Dalam hal keilmuan juga tidak mesti Murabbi yang paling tau segalanya, bisa jadi Mutarabbi lebih pandai dalam beberapa hal ketimbang Murabbinya, itu hal yang wajar karena halaqoh adalah sarana tempat kita belajar dan media belajar tidak mesti harus Murabbi bisa jadi berasal dari teman halaqoh.
Murabbi saya tidak bisa menyampaikan materi, kurang asyik, terlalu serius, kritik ini pernah saya sampikan kepada seorang teman, dan kini saat  saya menjadi Murabbi saya sadar, saya bukan seorang public speaking yang baik, bahkan meyampaikan materi dipertemuan selanjutnya saya harus mempelajarinya minimal 3 hari sebelum pertemuan. Saya membayangkan Murabbi saya pun seperti itu, berusaha menyampikan materi dengan sebaik-baiknya namun sekali lagi Murabbi bukan dewa yang segalanya harus sempurna.
Ada rasa bersalah tatkala dulu begitu dengan mudahnya saya menjudge Murabbi, menyalahkannya karena tidak bisa menghidupkan halaqoh. Padahal menghidupkan halaqoh bukan hanya tugas seorang Murabbi namun peran serta Mutarabbi lah yang paling penting. Ketika dulu saya berfikir Murabbi adalah seorang yang sempurna, maka hari ini saya percaya bahwa sempurnanya seorang Murabbi adalah karena Mutarabbinya. Murabbi dan Mutarabbi adalah 2 hal yang saling keterikatan tidak  mungkin bisa melepaskannya satu sama lain. Hari ini mari kita syukuri siapapun Murabbi kita, karena beliau adalah seseorang yang telah Allah turunkan untuk mendampingi kita menuju jalanNya, seorang pahlawan yang rela meluangkan waktunya ditengah segudang aktivitas kehidupannya, seorang yang bersedia hadir meski ditengah cuaca yang terik, ditengah derasnya hujan, seorang yang amat sangat mengharapkan Mutarabbinya menjadi muslim yang taat, seseorang yang dalam do’a rhobitohnya selalu membayangkan wajah kita, seseorang yang kelak Allah pertemuakn kita kembali di JannahNya.

Rabu, 11 Juni 2014

Memaknai Kembali Keikhlasan Kita


Never ending learning begitulah sejatinya hidup, setiap detik, menit, jam dan hari-hari yang kita lalui tidak terlepas dari pelajaran-pelajaran kehidupan. Hikmah atau pelajaran hidup dapat kita ambil pada setiap momentum apapun, entah itu dalam keadaan senang ataupun sedih. Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa “orang yang cerdas adalah orang yang dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian hidup”. Hari ini saya mendapatkan sebuah kata mutiara dari seorang teman yang dia posting d grup whatsapp, seperti inilah kira-kira bunyinya:
Ikhlas itu ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan,
tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan
Ikhlas itu ketika amal tidak disambut apresiasi sebanding,
 tak membuatmu urung bertanding
Empat baris kata diatas mengingatkan saya kembali pada sebuah makna keikhlasan. Sudah ikhlaskah saya selama ini?. pembahasan ikhlas memang bukanlah hal yang tabu, karena begitu penting dan sulitnya memaknai sebuah keikhlasan  maka tema ini pun tak pernah habis di bahas dalam setiap pengajian atau tausiyah-tausiyah.  
Tentang sebuah keikhlasan, saya teringat sebuah peristiwa yang saya alami sehari yang lalu. Kemarin adalah hari yang saya nantikan,  karena akan ada pengumuman pemenang lomba karya tulis ilmiah yang saya ikuti. Dari sejak pagi hingga sore saya terus nongkrongin website namun tak juga ada berita pengumuman, setelah saya konfirmasi kepada panitia ternyata pengumuman diposting pada jam 19.00. Harap-harap cemas saya menanti, sampai akhirnya pukul 19.00 saya berhasil membuka website tersebut, dan sudah ada 15 pemenang yang akan maju pada babak selanjutnya. Satu sampai lima belas saya teliti satu per satu tidak ada nama saya tertera di sana, karena masih penasaran akhirnya untuk yang kedua kalinya saya memastikan lagi dan tetap tidak ada nama saya tertera disana. Saya duduk tertunduk lemas, kemenangan yang saya bayangkan berakhir sudah.
Apakah saya kecewa? Yah saya kecewa, saya sudah berusaha melalukan yang terbaik namun ternyata hasilnya seperti ini. meski kekecewaan itu tidak saya ungkapkan kepada teman yang lain, namun rasa kecewa itu saya simpan. Sampai akhirnya saya mendapatkan sebuah tamparan dari kata-kata bijak diatas. Ketika kekalahan ini menjadikan saya tenggelam dalam kesedihan maka pertanda saya belum ikhlas melakukan semua ini, mungkin saja yang saya lakukan adalah hanya untuk mendapatka prestise dari kampus, teman atau beberapa dosen. Astagfirullah…..lagi-lagi hari ini saya belajar memaknai sebuah keikhlasan. Tanpa dasar keikhlasan semua hal apapun yang kita lakukan akan berujung pada kekecewaan dan kelelahan, saat tidak ada lagi yang memuji rasa lelah itu akan hadir, saat tak ada hasil rasa kecewa itu akan hadir. Namun saat kita mengikhlaskan semuanya karena Allah, kondisi apapun yang kita alami akan dinikmati sebab Allah menilai hambaNya bukan dari hasil melainkan dari usaha. ketika kita telah melakukan yang terbaik meski hasilnya belum maksimal. Yakinlah Allah mencatat semua jeri payah yang telah kita lakukan.
Akhirnya saya ingin katakan bahwa berharap kepada selain Allah hanya akan menimbulkan kekecewaan, berharap hanya kepada Allah mendatangkan kebahagiaan. So…berharaplah hanya kepada sang pemberi harapan, dan tentang sebuah keikhlasan mari kita belajar dari surat Al-ikhlas. Surat yang di dalamnya tidak pernah ada kata ikhlas namun disebut surat Al-ikhlas. Begitu juga dengan sebuah keikhlasan, ikhlas itu tak pernah terucap namun tertanam dalam hati. Semoga kita menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa ikhlas dalam melakuakn segala amal perbuatan, ikhlas karenaNya tanpa mengharap selain dariNya. Waallahua’lam.

Perpustakaan, 11 Juni 2014
Dalam sunyi mengharap Ridho-Mu

Sabtu, 22 Maret 2014

Di menit ke tiga puluh aku memutuskan untuk mencintainya


Cinta hadir tanpa di duga
Menyelinap dengan lembut bak angin surga
Namun, cinta juga bisa pergi tanpa diminta
Yang akhirnya meninggalkan luka
Setahun mengenalmu bagiku sebuah cerita
cerita indah,  saat aku tahu betapa kau seorang ksatria
setahun lalu kau kuanggap hanya teman biasa
tempat kita bertukar cerita
namun malam ini kau bersikap beda
atau hanya aku saja yang merasa??
Seminggu lalu kita bertukar cerita
Menghabiskan hari hingga senja
Saat itu aku belum memutuskan untuk mencinta
Kau kuanggap hanya teman biasa
Menit pertama di malam ini kita saling bertegur sapa
Hingga tercipta keakraban diantara kita
Menit kedua,  hingga menit keberapa akupun lupa
Karna yang ku ingat hanya percakapa diantara kita
Di menit ke dua puluh kau barkata
“Jaga dirimu “
Membuatku merasa semakin berharga
Di menit ke dua puluh lima kita semakin banyak bercerita
Dan di menit ke tiga puluh aku memutuskan untuk mencinta
Namun, Di menit ke tiga puluh lima  aku berkata
Cinta kita bukanlah cinta yang yang harus ada
Sebab diantara kita belum ada janji setia
*puisi geje (iseng doang)

Senin, 17 Maret 2014

REKSADANA


REKSA DANA
SUMIYATI (MPS 2012 A)

Menurut UU pasar modal no 8 tahun 1995 pasal 1 ayat 27 reksa dana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portfolio efek oleh manajer infestasi.  Reksa dana merupakan alat infestasi yang cocok digunakan untuk para investor pemula yang akan bermain di dunia pasar modal. Saat ini potensi reksadana masih sangat terbuka lebar, baru hanya sekitar 400.000 orang yang memiliki unit penyertaan reksa dana, sementara dana tabungan masyarakat di perbankan mencapai 900 triliun.  Para manjer investasi optimis dengan kondisi ini, masa depan ivestasi di reksadana memliki prospek yang bagus.
Bentuk hukum reksa dana di Indonesia ada dua, perseroan terbatas  (PT Reksa Dana) dan reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif (reksa dana KIK). Dalam hal kepemilikan PT reksadana akan menerbitkan saham yang selanjutnya akan dibeli oleh investor, sehingga pihak investor memiliki hak atas kepemilikan PT tersebut. Reksa dana yang berbentuk perseroan terbatas  bergerak dalam pengelolaan portfolio investasi pada surat-surat berharga yang diinvestasikan di pasar investasi. Dari kegiatan tersebut perusahaan akan mendapatkan keuntungan dan peningkatan asset perusahaan, yang akan dinikmati oleh para investor yang menanam saham di perusahaan reksa dana tersebut.
Sementara reksa dana KIK hanya menerbitkan unit pernyataan, dengan memiliki unit penyertaan reksa dana KIK maka invesor memiliki hak milik atas kekayaan aktiva bersih reksa dana tersebut. reksadana KIK dibuat oleh manajer investasi dan bank kustodian melalui sebuah kontrak, melalui kontrak ini manajer investasi diberikan wewenag untuk mengelola portfolio kolektif dan bank kustodian diberikan wewenang untuk melaksanakan investasi kolektif. Saat ini reksadana yang ada di indonesai adalah reksadana yang berbentuk KIK.
Sifat Operasional Reksa Dana
Berdasarkan sifat operasionalnya reks adana dibedakan menjadi dua, yaitu reksa dana terbuka dan reksa dana tertutup. Reksa dana terbuka menjual sahamnya melalui penawaran umum untuk selanjutnya di catat di bursa efek, investor tidak dapat menjual kembali saham yang dimilikinya kepada reksa dana melainkan harus kepada perusahaan lain melalui pasar bursa efek dimana harga jual di tentukan oleh mekanisme bursa. Sementara reksa dana tertutup menjual saham atau unit penyertaannya secara terus menerus sepanjang ada investor yang membeli, saham ini tidak perlu dicatat di bursa efek dan harganya di tentukan atas nilai aktiva bersih per saham yang dihitung oleh bank kustodian.
Kategori Reksa Dana
1.      Reksadana pasar uang
Adalah reksa dana yang 100% diinvestasikan di pasar uang, efek dengan jangka waktu kurang dari satu tahun. Reksa dana jenis ini cocok untuk para investor yang ingin berinvestasi dalam jangka pendek. Contoh: deposito,SBI, obligasi.
2.      Reksa dana pendapatan tetap (fixed income funds)
Merupakan reksadanya yang menginvestasikan 80% dari portfolio yang dikelolanya dalam bentuk efek bersifat utang, dan 20% dikelola dalam bentuk lainnya. Tujuan dari investasi reksa dana FIF adalah untuk menghasilkan return yang stabil.
3.      Reksa dana saham (equity funds)
Adalah reksadanya yang sekurang-kurangnya menginvestasikan 80% dari portfolionya dalam bentuk efek yang bersifat ekuitas (saham). 20% lainnya dikelola dalam bentuk investasi lainnya.  Reksa dana jenis ini memiliki resiko yag tinggi, namun memiliki return yang tingi pula. Efek saham umumnya memberikan potensi tinggi berupa capital gain yang terus mengalami pertumbuhan dan bagi hasil berupa deviden.
4.      Reksa dana campuran (balance funds)
Adalah reksa dana yang bebas menginvestasikannya berupa utang ataupun ekuitas dengan porsi yang tidak ditentukan atau fleksible.
      Sebagian besar reksadana di Indonesia merupakan reksadana KIK terbuka, sehingga bisa kapan saja akan menjual kembali unit penyertaan reksa dananya kepada pihak pengelola.
Keuntungan dan Risiko Investasi Melalui Reksa Dana
Keuntungan investasi reksa dana:
Pertama memiliki tingkat likuiditas yang baik, transaksi reks dana terjadi setiap hari sehingga uang masuk dan keluar dari reksa dana setiap harinya. Selai itu pemodal dapat mencairkan kembali saham atau penyertaan pemilik setiap saat sehingga meudahkan investor untuk mengelola kasnya. Kedua reksa dana dikelola oleh manajer investasi professional yang handal, dan pandai melihat peluang investasi yang paling baik untk reksa dana. Ketiga diversifikasi, adalah istilah dimana anda tidak menempatkan seluruh dana investasi anda di satu tempat. Manajer ivestasi menanamkan saham di berbagai perusahaan sehingga meminimalkan risiko kerugian. Kelima biaya rendah, karena reksa dana merupakan kumpulan dari banyak investor sehingga besarnya kemampuan melkaukan investasi akan menghasilkan biaya transaksi yang murah.
Risiko investasi reksa dana, kondisi perekonomian indonesia yang terbuka memiliki risiko besar terhadap perubahan perekonomian internasional yang akan mempengaruhi kinerja-kinerja perusahaan di Indonesia.
Nurul, huda dkk. Investasi pada pasar modal syariah, jakarta: 2008





Sabtu, 15 Maret 2014

menjadi guru tahfizh itu....


sebuah kesabaran………
Sabar mendengarkan saat bacaannya tak lancar
Sabar saat ada yang tidak pernah setor hafalan
Sabar saat ada yang merajut “maaf kak aku ketiduran jadi gak setoran”
Sebuah keikhlasan……………
Ikhlas untuk mendengarkan meski bacaannya belum baik
Ikhlas saat harus meluangkan waktu lebih
Sebuah keteladanan…………
Karena Al_Qur’an bukan hanya untuk dihafal namun harus tercermin dalam perilaku
Sebuah pelajaran………….
Belajar berjuang dan kerja keras untuk menambah hafalan
Belajar sabar untuk memuraja’ah hafalan
Sebuah kebahagiaan……….
Kebahagiaan karena saya membersamai orang-orang yang berjuang untuk bisa menjadi keluarganya Allah
Kebahagiaan bersama mereka yang selalu rindu hafalannya bertambah
Kebahagiaan bersama mereka yang selalu ingin bacaannya lebih baik lagi
Kebahagiaan bersama mereka yang menjadikan Al-Qur’an sebagai teman hidupnya
Kebahagiaan bersama mereka yang berjuang untuk membumikan Al-Qur’an
Kebahagiaan bersama mereka yang ingin menjadikan Al-Qur’an sebagai life style
Kebahagiaan karena Allah janjikan syurga untuk mereka para penjaga Al-Qur’an

beda planet


Orang bilang laki-laki itu dari planer mars, meski aku tak tahu apa filosofinya. Yang jelas makhluk yang satu ini mempunyai perbedaan karakter yang kuat dengan wanita.seperti hari ini,  kami mengadakan rihlah tarbawi. Hanya dua orang ikhwan yang ikut,  selebihnya di dominasi oleh akhwat. Aku kira mereka tahu jalan,ternyata......
Memang tahu sih tapi lewat petunjuk jalan haha.....Beruntung ada salah seorang ibi-ibu yang ikut rombongan kami, jadi merek lebih aman bertanya kepada ibu itu, ketimbang sama akwat. Biasa JAIM.
Ternyata cerita tak berhenti sampai di sini, saatnya pulang. Kita sih sebagai penumpamg enjoy aja. Toh aku fikir sudah pasti tahu jalan pulang, melihat pengalaman  keberangkatan tadi pagi.  Dan ternyata, hal yang sama terulang. Aku sebenarnya cukup tahu daerah situ, hanya saja mereka tak bertanya. Gengsi kali nanya sama akhwat batinku, mereka lebih memilih bertanya kepada bapak-bapak penjual di pinggir jalan. Sudah bisa di pastikan nyasar makin jauh, pernah satu kali akhirnya mereka mendengar petunjukku yang juga ternyata salah haha.....
Entah trauma atau gimana, mereka tak mau lagi mendengarkan aku. Walaupun sudah ku katakan itu jalan yang salah, tapi tetap saja dan perjalanan kami pun semakin jauh dari jalan kebenaran^^.Tak ada kompromi, setelah itu mereka lebih memilih bertanya pada penjaga tol. Walaupun aku sudah berceloteh berulang kali. Begitulah lelaki, ingin terlihat bijaksana meski dalam keadaan panik..karena memang fitrahnya sebagai pemimpin, ketika ada masalah mereka tidak akan meminta bantuan karena itu akan menjatuhkan kewibawaannya sebagai lelaki.  Mereka lebih memilih untuk menyelesaikannya sendiri, dan ketika berhasil, dengam bangganya mereka akan bercerita “ini lho kita para lelaki sejati yang bisa menyelesaikan masalah” justru ketika mereka di recoki  dengan pertanyaan, amarahnya akan membludak. Karena mereka berbeda planet, maka ku putuskan untuk tidur. Ketika bangun, alhamdulillah kami sudah semakin dekat dengan tempat tujuan. Harus ku akui “dua ikhwan itu lelaki sejati” meski aku hanya bergumam dalam hati.
Jakarta 1 agustus 2011
Sepenggal perjalanan menuju mesjid At-tin

Sabtu, 11 Januari 2014

Untuk wanita terkasih yang Allah panggil jiwanya


Jasad dan jiwamu mu boleh saja pergi tapi semua kenangan tentangmu akan selalu  hadir menyertai setiap jejak kehidupanku.
Jasad dan jiwamu boleh saja pergi tapi semangatmu tertular dalam kehidupanku
Jasad dan jiwamu boleh saja pergi tapi keteladaan menjadi seorag ibu bagi ayahku menjadi pembelajaran sejati bagiku.
Jasad dan jiwamu boleh saja pergi namun hangatnya pelukanmu masih jelas terasa, senyuman kepedulianmu masih jelas terlihat dan suara cerewetmu masih jelas terdengar. Rasanya baru kemarin suara itu aku dengar, namun ternyata kau jauh merindukan pertemuan dengan rabbmu.
Untuk wanita terkasih yang Allah panggil jiwanya
Jika detik ini bisa ku putar dan jarak ini bisa kutempuh, aku akan berlari mendampingimu disaat terakhir engkau berada di dunia ini. namun nyatanya engkau telah pergi tanpa mengizinkan aku membisikkan kalimat suci di telingamu.
Hari ini, sabtu sebelas januari 2014 engkau meninggalkan kami, orang-orang terkasih yang mencintaimu. Masih ku ingat  5 tahun yang lalu tepat di bulan januari suami terkasihmu pun pergi meniggalkanmu dan hari ini kaupun pergi menemuinya, semoga Allah pertemukan kembali engkau dengan suami terkasihmu.
Jika memang Allah mentakdirkan pertemuan deganmu saat ini maka kami ikhlas dan kami rela karena sejatiya kita milik Allah dan pasti akan kembali padaNya. Pintaku padaNya tempatkanlah kau di sisi terbaikNya.
Selamat jalan…………..
perempuan terkasih yang Allah panggil jiwanya

Kamis, 09 Januari 2014

Pelajaran dari Sebuah Handphone


Benda yang satu ini hampir menjadi barang yang wajib dimiliki oleh semua orang, tanpa terkecuali anak kecil pun sudah terbiasa membawa benda ini. karena di masa sekarang ini handphone bukan lagi hanya sebagai alat komunikasi namun banyak aplikasi pendukung menarik yang ditawarkan, sebut saja game, music, layanan internet,dll. Namaun tetap saja fungsi utama sebuah handphone adalah alat komunaksi bukan untuk game, karena jika hanya untuk game tentu orang akan lebih memilih membeli playstation(PS). Selanjutnya mari kita bicara tentang cara kerja benda ajaib ini. Handphone yang normal adalah ketika kita tengah asyik maen game atau mendengarkan music atau justru tengan asik dengan media sosial ketika ada panggilan masuk maka semua aktivitas akan terhenti dan di layar hanya akan menunjukkan panggilan nomor masuk, karena sejatinya fungsi utama handphone adalah untuk alat komunikasi maka jika ada panggilan maka semua aktivitas akan terhenti, jika handphone tersebut normal. Kecuali jika handphone tersebut sudah error panggilan tentu tidak akan masuk. bagi si pemilik Handphone ada beberapa kemungkinan yag akan dilakuka ketika menerima paggilan masuk. pertama akan  menerima panggilan itu, kedua disilent atau terus dibiarkan tanpa kita jawab ketiga bahkan di reject. Semuanya bergantug pada keputusan yang diambil oleh sipemilik handphone.
Ilustrasi ini bisa kita ilustrasikan kepada manusia, pada dasarnya tujuan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT hal ini sejalan dengan firmanNya “dan kami tidak menciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada Nya”. Manusia dengan segudang aktivitasnya harian yang dikerjakannya jika panggilan sudah datang (baca:adzan) maka semua aktivitasnya pasti terhenti dan akan segera menjawab panggilan, itu jika manusia normal. namun jika tipe manusianya error seperti handphone yang kita ilustrasikan tadi, maka ketika ada panggilan tidak akan menjawab panggilan itu hanya akan terus disibukkan dengan aktivitas duniawi. Manusia memiliki beberapa kemungkinan ketika mendengar ada panggilan, seperti yang tadi kita ilustrasikan pada handphone ada 3 tipe:
tipe pertama  ketika ada panggilan langsung dijawab, tipe manusia seperti ini adalah mereka yang ketika medengar adzan langsung bersegera meninggalkan segala aktivitas yang tengah dikerjakan dan bersegera untuk melaksanaka shalat. Inilah jenis tipe manusia normalJ
tipe kedua adalah ketika ada panggilan handphonennya langsung di silent tapi tidak dijawab. Tipe mausia seperti ini adalah mereka yang ketika mendengar adzan langsung diam sejenak untuk mendengarkan namun kemudian kembali melaksanakan aktivitasnya dan menunda waktu shalatnya.
Tipe ketiga adalah ketika ada panggila langsung di reject, tipe manusia seperti ini adalah mereka yang ketika mendengar adzan tidak menghiraukan sama sekali bahkan hanya dianggap sebagai angin lalu tanpa peduli bahwa adzan adalah pengingat agar bersegera menemui tuhanNya.
Life is choice begitu pepatah mengatakan, maka kita pun akan memilih menjadi manusia yang normal yang jika ada panggilan adatang akan segera menjawabnya, atau menjadi manusia yang error yang jika ada panggilan masuk tidak akan kita hiraukan bahkan panggilan tersebut sedikitpun tidak kita gubris sama sekali atau justru panggilan itu tidak pernah masuk dalam kehidupan kita karena kita sudah menutup pintu untuk menerima panggilan itu. segalanya kembali kepada pribadi masing-masing, yang tentunya memilih menjadi manusia tipe seperti apapun akan ada konsekuansinya. Namun yang harus kita sadari adalah tujuan Allah menciptakan kita adalah untuk beribada kepadaNya, sudahkah tujuan itu kita laksanakan?.