beda planet


Orang bilang laki-laki itu dari planer mars, meski aku tak tahu apa filosofinya. Yang jelas makhluk yang satu ini mempunyai perbedaan karakter yang kuat dengan wanita.seperti hari ini,  kami mengadakan rihlah tarbawi. Hanya dua orang ikhwan yang ikut,  selebihnya di dominasi oleh akhwat. Aku kira mereka tahu jalan,ternyata......
Memang tahu sih tapi lewat petunjuk jalan haha.....Beruntung ada salah seorang ibi-ibu yang ikut rombongan kami, jadi merek lebih aman bertanya kepada ibu itu, ketimbang sama akwat. Biasa JAIM.
Ternyata cerita tak berhenti sampai di sini, saatnya pulang. Kita sih sebagai penumpamg enjoy aja. Toh aku fikir sudah pasti tahu jalan pulang, melihat pengalaman  keberangkatan tadi pagi.  Dan ternyata, hal yang sama terulang. Aku sebenarnya cukup tahu daerah situ, hanya saja mereka tak bertanya. Gengsi kali nanya sama akhwat batinku, mereka lebih memilih bertanya kepada bapak-bapak penjual di pinggir jalan. Sudah bisa di pastikan nyasar makin jauh, pernah satu kali akhirnya mereka mendengar petunjukku yang juga ternyata salah haha.....
Entah trauma atau gimana, mereka tak mau lagi mendengarkan aku. Walaupun sudah ku katakan itu jalan yang salah, tapi tetap saja dan perjalanan kami pun semakin jauh dari jalan kebenaran^^.Tak ada kompromi, setelah itu mereka lebih memilih bertanya pada penjaga tol. Walaupun aku sudah berceloteh berulang kali. Begitulah lelaki, ingin terlihat bijaksana meski dalam keadaan panik..karena memang fitrahnya sebagai pemimpin, ketika ada masalah mereka tidak akan meminta bantuan karena itu akan menjatuhkan kewibawaannya sebagai lelaki.  Mereka lebih memilih untuk menyelesaikannya sendiri, dan ketika berhasil, dengam bangganya mereka akan bercerita “ini lho kita para lelaki sejati yang bisa menyelesaikan masalah” justru ketika mereka di recoki  dengan pertanyaan, amarahnya akan membludak. Karena mereka berbeda planet, maka ku putuskan untuk tidur. Ketika bangun, alhamdulillah kami sudah semakin dekat dengan tempat tujuan. Harus ku akui “dua ikhwan itu lelaki sejati” meski aku hanya bergumam dalam hati.
Jakarta 1 agustus 2011
Sepenggal perjalanan menuju mesjid At-tin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teknik Benchmarking Sebagai Solusi Memperbaiki Kinerja Perusahaan

catatan hati seorang santri

KETIKA PENGHAFAL QUR’AN MEROKOK dan PACARAN