Jumat, 29 Maret 2013

kisah tentang luka


Aku tidak pernah percaya bahwa di dunia ini ada persahabatan yang abadi, yang ada hanyalah sedikit kebahagiaan dan banyak kisah memilukan. Tapi hari ini teori itu terbantahkan.
***
Sifatku yang supel, mudah bergaul dengan semua orang, membuatku jarang sekali mempunyai teman dekat. Bagiku sudah cukup bahagia ketika kita bisa berbagi dengan semua teman tanpa harus ada keterikatan dengan satu orang. Meskipun pada akhirnya, aku baru sadar betapa perlunya seorang sahabat, terlebih ketika aku menjalani kehidupan di asrama.
Dia beda, itu kesan pertama. sifat yang tak jauh berbeda denganku, supel, periang.meskipun umurnya di bawahku tapi wawasan dan pengetahuannya jangan di ragukan. Itu yang menjadikan kami sering berdiskusi panjang lebar hingga tak sadar sebenarnya sudah memasuki wilayah pribadi (baca:curhat). Ada satu hal yang membuat aku selalu merasa berharga di matanya, sifat kekanak-kanakan yang dia miliki menjadikan aku merasa menjadi kakak untuknya. Bertanggung jawab untuk menjaga kelangsungan hidupnya (haha…….). aku ingin selalu tampil baik di matanya agar kelak diapun bisa mengikuti jejak aku, Ingin selalu  ada saat dia sedih, ingin selalu ada saat dia benar-benar membutuhkan aku. Ingin selalu menunjukan bahwa aku adalah orang yang paling peduli kepadanya.
***
Kala itu senja begitu indah
Assalamualaikum…….
Waalaikumsalam
Kak bokeh aku kenalan?
Haha…..tentu saja boleh, memangnya siapa aku ini sampai harus menolak diajak kenalan
Icha, tiba-tiba dia mengulurkan tangannya tak sampai satu detik langsung ku sambut uluran tangannya,ami balasku dengan senyum terindah yang pernah aku buat ^_^. Hari ini meski tak ada ikrar yang terucap entah ada keyakinan dari mana, “ suatu saat dia akan menjadi orang yang aku sayangi “ batinku.
Kak aku masih buta banget ni sama dunia pesantren, sama kak ami juga dulunya sepertu itu. Tapi perlahan kita akan tahu dan mengenal lebih jauh tentang pesantren, kamu tahu cita-cita kak ami adalah menjadi ahli kimia, kuliah di Perguruan Tinggi Negeri(PTN). Tapi apa yang terjadi, kakak justru terdampar di sini, tempat yang kakak fikir penuh dengan segala kekangan, itu karena kakak tidak pernah menyelami dunia pesantren. Tapi sekarang, kakak sadar tempat ini adalah surganya para perindu surga, surganya para pencinta ilmu dan surganya para pemimpi kejayaan umat islam. Karena di sini kita akan membangun peradaban, menuju manusia yang beradab. Dan icha juga yakin, mimpi kakak pasti akan terwujud, tidak hari ini maka besok asal kakak yakin, maka Allah akan mudahkan segalanya.
Makasih ya cha
Iya sama-sama kak, nanti icha bilang sama ayah supaya mencari info tentang beasiswa. Pokoknya apapun itu akan icha lakukan agar mimpi kaka mi bias terwujud, karena kak ami adalah kakak aku, bahkan lebih dari itu.
Tak terasa ada buliran hangat di pipi, terimakasih ya rabb.

Kakak  ami kalau nanti kakak kuliah, bahasa pengantarnya bahasa Inggris. Jadi, kakak harus bisa bahasa Inggris
Aduh, bahasa Inggris kakak berantakan Cha
Oke malam ini kita belajar bareng
Tapi, kamu besok setor hafalan
Udah tenang aja
Eh gak bisa gitu, nanti kalau tiba-tiba Ustadzah nanyain ke kakak gimana, ini gara-gara kamu gimana hayoo? Mana wajah Ustadzah jalau lagi marah, iiih….. seremnya ampun deh
Kan kakak yang ngajari aku untuk bisa mengatur waktu, jadi tadi sore aku udah ngafal kakakku sayang
Iya adikku yang hebat.
Oke sekarang kakak basa teks ini
Ah gak mau, malu
Eits…… gak ada kata malu
Tapi kamu jangan ketawa ya
Iya iya….janji
I sometimes lie awake at night
And wonder at the stars so bright*
Tuh kan kamu senyum-senyum
Nggak kakak itu lucu banget baca bahasa Inggris pake logat sunda haha…..jadi mendayu-dayu.

Tak ada kebahagiaan yang abadi, benarkah? Bukankah Allah akan menguji setiap hambanya, tak terkeculi ujian dalam persahabatan.
Kakak kemana aja? Aku tuh tadi pengen cerita, kakanya gak ada. Akhirnya aku cerita sama kak Nadia. Dia orangnya asyik ya kak, bijaksana lucu lagi dan yang paling penting dia bisa ngasih aku solusi. “bisa ngasih solusi, berarti selama ini aku gak bisa ngasih solusi” batinku.
Cha tidur yuk  udah malem nie,
Kakak duluan masih pengen ngobrol sama kak nadia, kayaknya icha mau tidur di kamar kak Nadia
Oh ya sudah, selamat malam.
Ya allah apakah ini perasaan cemburu? Tapi terlalu konyol, apakah ada cemburu dalam persahabatan? Jangan-jangan aku tidak normal lagi. Oh no…….tapi aku masih menyukai  manusia dari planet mars kok, bener.
Aku ingin mengakhiri semuanya dengan indah, begitu juga dengan kamu Cha. Kamu adalah orang yang pernah sangat begitu berarti, meski aku tak tahu apakah aku berarti di mata kamu. Sampai hari ini pun ketika aku akan meninggalkan pesantren ini, aku masih tidak mengerti dengan perasaan ini, benarkah ini perasaan cemburu? Atau aku yang terlalu egois? yang tidak membiarkan orang lain untuk bisa dekat denganmu.
 Tak terasa dua bulan sudah kita tak pernah saling menyapa, dan hari ini aku wisuda. Ucapan selamat dari orang-orang dan berfoto bersama, tapi kamu tak pernah kunjung menyapa. Bagaimana mungkin orang yang dulu amat aku sayangi sekarang menjadi orang yang begitu asing di mataku. Teringat kembali akan satu  sabda rasulallah “cintailah kekasihmu seperlunya karena boleh jadi kau akan membencinya, dan bencilah seperlunya karena boleh jadi kau akan mencintainya”.Mungkin ini teguran dari ALLAH, aku yang salah karena terlalu menyayangimu hingga tak menyisakkan sedikitpun ruang untuk membencimu.
Sedikitpun tak pernah aku inginkan untuk meninggalkan kisah luka, masih ada waktu untuk memperbaikinya, hanya saja aku tak tahu kapan semua itu akan terjadi, biarlah  hati kita yang akan saling menjawab……….
As-syifa 20:45, 23 juli 2011
Untuk seseorang yang  pernah sangat  begitu berarti

*a child’s prayer (zain bikha)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar