Minggu, 29 September 2013

Teknik Benchmarking Sebagai Solusi Memperbaiki Kinerja Perusahaan



Benchmarking merupakan proses dimana perusahaan mengidentifiakasikan faktor keberhasilan kritis (critical succes factors) mempelajari tentang praktik-praktik terbaik yang pernah dilakukan oleh perusahaan lain (atau unit lain di dalam perusahaan) dan kemudian mengimplementasikan perbaikan-perbaikan dalam proses perusahaan untuk mencapai kinerja yang sama dengan para pesaingnya. Berikut ini adalah perusahaan yang pernah menerapkan metode benchmarking di perusahannya.
Benchmarking” Sebagai Upaya Keseriusan PT. Kereta Api (Persero) Menata Anak Perusahaan
PT. KA (Kereta Api) melakukan benchmarking kepada perusahaan PT. ASTRA internasional Tbk. PT. KA merasa perlu untuk mengembangkan sayap bisnis ke sektor lain. Inilah yang menjadi alasan keseriusan manajemen PT. KA dalam menata anak perusahaan agar lebih fokus dan lebih lihai dalam bidang bisnisnya masing-masing. Salah satu filosofi PT. Astra Internasional adalah “To provide the best service to our customer”, yang hampir sama dengan visi PT. KA yaitu “menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan stakeholders”. Intinya sama-sama ingin memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. PT. Kereta Api saat ini sedang dalam proses transformasi menuju perusahaan yang lebih stabil baik dalam bidang keuangan, produksi maupun dalam pendayagunaan SDM. Untuk dapat menjadi perusahaan yang “established” diperlukan waktu yang lama, sehingga untuk mempercepat hal itu, perusahaan tidak perlu belajar dari nol atau belajar sendiri; namun belajar dari keberhasilan perusahaan lain dengan ukuran bisnis yang cukup layak dijadikan referensi. Oleh karenanya PT. KA ingin belajar dari perusahaan yang memiliki track record business berskala internasional ini, yang mengembangkan usaha dalam 6 sektor bisnis lainnya meliputi 153 perusahaan dengan kepemilikan saham lebih dari 5%, sehingga diklasifikasikan sebagai “anak perusahaan”.
Bertempat di ruangan Excecutive Lounge, Gedung Astra Internasional Jakarta, hadir Direktur Pengembangan Usaha PT. Kereta Api (Persero) Julison Arifin, EVP Risk Management Bambang Parintis, EVP Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Budi Noviantoro, beserta sejumlah VP dan Manajer dari unit kerja lain, untuk mengadakan diskusi terbuka dengan tim dari Astra Internasional yang saat itu dihadiri oleh Division Head Organization Effectiveness, Budi Santoso dan Division Head Human & Capital Management David Budiono beserta staf. “Saya berupaya mengajak rekan-rekan dari lintas sektoral dengan tujuan agar terjadi pengayaan (enrichment). Kita dapat bersama-sama belajar agar manfaatnya juga dapat dirasakan dari segala bidang lainnya, karena organisasi ini tidak hanya terbentuk dari manajemen anak perusahaan tetapi juga dari sektor yang lain”, ujar Julison.
Lebih dari 2 jam diskusi terbuka ini berlangsung membicarakan tentang Kebijakan dan strategi portfolio bisnis dari Astra Group (Holding Company), mekanisme pengelolaan dan pengembangan SDM dan pengukuran kinerja Anak Perusahaan.
Julison Arifin menambahkan “Kita studi banding tidak hanya dari Astra Internasional, namun dari perusahaan terkemuka lainnya. Tapi pada akhirnya kita harus pandai memilih hal mana saja yang dapat diadopsi PT. KA, untuk kemudian kita polakan atau modifikasi kembali, karena secara alamiah perusahaan kereta api berbeda dengan perusahaan lain, hanya beberapa prinsip manajemen yang hampir sama” tandasnya.
Sumber: www.matarama.co.id

      Dari kasus yang terjadi diatas dapat kita simpulkan bahwa setidaknya ada 4 poin yang dilakukan PT. KA dalam melakukan benchmarking:
1.      Dalam melakukan benchmarking dengan perusahaan lain, perusahaan cenderung memilih perusahaan yang memiliki visi dan misi yang sama dengan perusahaannya.
2.      Perusahaan yang dijadikan benchmarking adalah perusahaan yang memiliki riwayat sukses dalam menjalankan bisnisnya.
3.      Memodifikasi kembali teknik-teknik yang akan diterapkan di perusahan, karena setiap perusahaan memiliki karakteristik yang berbeda. Boleh jadi teknik tersebut berhasil di terapkan di perusahaan PT. ASTRA namun belum tentu akan cocok jika diterapkan di perusahaanPT. KA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar