Postingan

Belajar Bahasa Arab: Bukan Sekedar Belajar Bahasa

Gambar
Keinginan belajar bahasa arab sebetulnya sudah lama, tapi gak pernah serius ikut sampai selesai. Barulah setelah tergabung dalam satu halaqoh yang murrabiyahnya jago bahasa arab, tiap ketemu yang dibahasa quran, tadabbur dan tafsirnya. Aku yang tak bisa bahasa arab ini amat sangat pedih karena tidak bisa merasakan mukjizat setiap kata dalam quran.   Maka mulailah bekajar bahasa arab jadi wajib buat kami para mutarabbinya, tiap pekan dikomporin terus, dan memang buat seorang penghafal quran gak bisa bahasa arab itu rugi banget, jadi gak bisa memahami makna ayat yang sudah kita hafal. Bismillah, maka   mulailah aku mendaftar di sebuah lembaga bahasa arab (LIPIA) program sabtu ahad. Ini berat si memang, karena weekend ini tempatnya banyak acara dan kajian plus ngajar. Maka ku relakan beberapa agenda rutin sabtu ahad untuk diganti ke agenda belajar bahasa arab. Pertama, aku terkesan banget karena pengajarnya asli orang sudan yang sangat minim bisa berbahasa indonesia, dan ka...

BACKPACKER-AN 4 HARI 2 NEGARA LESS BUDGET

Gambar
Perjalanan ini berawal dari antrian passport yang begitu lama, aku pikir waktu itu udah buat passport aja dulu kan ngantrinya a ja lama. Dan betul hampir 3 bulan tiap hari aku cek, selalu kuota penuh karena aku pilih imigrasi Depok. Setelah 3 bulan menunggu akhirnya dapatlah antrian, segera aku lengkapi berkas dan segera ke imigrasi sesuai dengan jadwal. Singkat cerita passport sudah ditangan, saat melihat passport aku sempat berpikir “ pokoknya minimal satu Negara lah jangan sampe ini passport kena perpanjangan tanpa terisi”. Maka mulailah cari-cari tiket murah, setelah dapat langkah selanjutnya cari partner. Beberapa teman aku hubungi, yang tertarik banyak, yang mau berangkat gak ada karena lagi gak ada uang hehe…ya sudahlah, akhirnya lupa rencana buat jalan-jalan. Tiba-tiba salah seorang teman wa,  “ ceu ke Malaysia yuk?”, Langsung aja k singapura aja yuk sekalian. Wah boleh tuh. Akhirnya saya tunggu info dari dia. Ternyata temanku ini lebih canggih lagi. Udah cek harga...

perempuan yang baik benarkah untuk lelaki yang baik?

Gambar
tulisan ini sejatinya adalah hasil renungan perjalanan Bekasi-Depok yang seharusnya bisa ditempuh dengan jarak 2 jam tetapi malah lebih dari itu, ya you know lah Bekasi hehe...peace. kalau disuruh ke Bekasi saya paling males, pertama menghabiskan waktu diperjalanan, kedua pas sampe Bekasi saya dianggurin gak d ajak ngobrol, harus inisiatif sendiri kalau mau ngapa-ngapain, sedangkan saya ini orang sunda yag sunda yang penuh dengan basa-basi. Sebut saja yang mengundang saya ke Bekasi adalah Uda x, beliau adalah kaka sepupu saya, hari ini saya diminta ke Bekasi karena beliau baru aja menikah dan mengadakan syukuran di rumah barunya. noted, nikah yang kedua kalinya. sebetulnya saya gak terlalu akrab sama beliau, terlebih beliau jarang sekali ngobrol dan istri pertamanya pun sama jadi kesannya kalau saya ke sana pasti dicuekin itu yang bikin males. Nah istri keduanya ini saya belum tahu seperti apa. ketika sUdah sampai Bekasi, ketemu Uda, salaman speak speak dikit akhirnya saya bantu-b...

PERJALANAN MENGEJAR MIMPI

Gambar

TINGKAT ISLAMIC FINANCIAL LITERACY MAHASISWA MUSLIM

Sumiyati (STEI SEBI) uminomic@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat melek keuangan Islam pada mahasiswa muslim di Jabodetabek. Yang diukur melalui 5 indikator yaitu, pengetahuan umum keuangan Islam, simpanan dan pinjaman dalam Islam, asuransi syariah, investasi syariah dan falah. Selain itu, penelitian ini juga akan menjawab apakah terdapat perbedaan tingkatmelek keuangan Islam berdasarkan jenis kelamin, jurusan, nilai IPK dan tempat tinggal. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dan chi square dengan menggunakan bantuan software SPSS 22.00. Hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa, tingkat melek keuangan Islam mahasiswa muslim di Jabodetabek berada dalam kategori rendah dengan skor 58.19%. Berdasarkan indikator yang diukur aspek pengetahun umum keuangan Islam berada pada kategori sedang dengan skor 62.77%, aspek simpanan dan pinjaman dalam Islam kategori sedang dengan skor 73.61%, as...

Semulia Julaibib

Ini kisah tetang seorang sahabat yang darinya kita akan belajar bahwa fisik bukanlah ukuran kemuliaan seseorang. Namanya Julaibib, pendek, hitam, jelek dan tidak bertahta. Julaibib selalu minder ketika Rasulallah menanyakan perihal pernikahan  “aku ini tidak laku ya Rasulallah”  lau kemudian Rasulallah menjawab “wahai Julaibib kamu laku di mata Allah”. Hingga kemudian Rasulallah menemui salah seorang sahabat. Aku ingin meminang puterimu, sahabat tersebut ter amat bahagia karena puterinya akan dinikahi oleh seorang rasul, tapi bukan untuk aku melainkan untuk Julaibib. Julaibib ya Rasulallah, wajah sahabat tersebut seketika murung. Hal inipun disampaikan kepada sang istri, maka tanggapan sang istripun tidak jauh berbeda. Namun sang putri yag mendengan percakapa tersebut berkata “ bagaimana mungkin aku menolak pilihan Rasulallah”. Maka menikahlah Julaibib dan wanita sholehah tersebut, wanita yang tidak menjadikan fisisk sebagai barometer utama dalam memilih pasangan hisup. Suatu ...

Dulu Mutarabbi Sekarang Murabbi

Gambar
Ketika pertama kali mengikuti halaqoh saya membayangkan akan mendapatkan Murabbi yang sempurna, kafa’ah keilmuannya memadai, supel, ceria, ramah dan care . Cerita yang saya dapatkan dari teman yang lebih dahulu mengikuti halaqoh adalah demikian, maka tak heran jika saya mendambakan hal semacamnya. Mulai lah hari pertama saya halaqoh, pertemuan pertama tidak memberikan kesan yang begitu mendalam, pun dipertemuan selanjutnya. Pertemuan-pertemuan berikutnya bertambah kosong, sang murabbi sering izin jadilah halaqoh kami hambar, materi yang saya dapatkan juga itu-itu saja tidak sesuai dengan manhaj, pertemuan halaqoh hanya satu jam, tidak ada sesi curhat/Qodoyah, Murabbi selalu terkesan terburu-buru ingin mengakhiri halaqohnya. saya tidak merasakan apa yang teman saya rasakan ketika menceritakan halaqohnya yang penuh dengan kegembiraan. Pernah suatu ketika saya memberikan ancaman kepada seorang teman, kalau kondisi halaqoh seperti ini terus, saya tidak akan pernah mau halaqoh lagi. s...