Postingan

Menampilkan postingan dengan label hikmah

perempuan yang baik benarkah untuk lelaki yang baik?

Gambar
tulisan ini sejatinya adalah hasil renungan perjalanan Bekasi-Depok yang seharusnya bisa ditempuh dengan jarak 2 jam tetapi malah lebih dari itu, ya you know lah Bekasi hehe...peace. kalau disuruh ke Bekasi saya paling males, pertama menghabiskan waktu diperjalanan, kedua pas sampe Bekasi saya dianggurin gak d ajak ngobrol, harus inisiatif sendiri kalau mau ngapa-ngapain, sedangkan saya ini orang sunda yag sunda yang penuh dengan basa-basi. Sebut saja yang mengundang saya ke Bekasi adalah Uda x, beliau adalah kaka sepupu saya, hari ini saya diminta ke Bekasi karena beliau baru aja menikah dan mengadakan syukuran di rumah barunya. noted, nikah yang kedua kalinya. sebetulnya saya gak terlalu akrab sama beliau, terlebih beliau jarang sekali ngobrol dan istri pertamanya pun sama jadi kesannya kalau saya ke sana pasti dicuekin itu yang bikin males. Nah istri keduanya ini saya belum tahu seperti apa. ketika sUdah sampai Bekasi, ketemu Uda, salaman speak speak dikit akhirnya saya bantu-b...

Dulu Mutarabbi Sekarang Murabbi

Gambar
Ketika pertama kali mengikuti halaqoh saya membayangkan akan mendapatkan Murabbi yang sempurna, kafa’ah keilmuannya memadai, supel, ceria, ramah dan care . Cerita yang saya dapatkan dari teman yang lebih dahulu mengikuti halaqoh adalah demikian, maka tak heran jika saya mendambakan hal semacamnya. Mulai lah hari pertama saya halaqoh, pertemuan pertama tidak memberikan kesan yang begitu mendalam, pun dipertemuan selanjutnya. Pertemuan-pertemuan berikutnya bertambah kosong, sang murabbi sering izin jadilah halaqoh kami hambar, materi yang saya dapatkan juga itu-itu saja tidak sesuai dengan manhaj, pertemuan halaqoh hanya satu jam, tidak ada sesi curhat/Qodoyah, Murabbi selalu terkesan terburu-buru ingin mengakhiri halaqohnya. saya tidak merasakan apa yang teman saya rasakan ketika menceritakan halaqohnya yang penuh dengan kegembiraan. Pernah suatu ketika saya memberikan ancaman kepada seorang teman, kalau kondisi halaqoh seperti ini terus, saya tidak akan pernah mau halaqoh lagi. s...

Memaknai Kembali Keikhlasan Kita

Gambar
Never ending learning begitulah sejatinya hidup, setiap detik, menit, jam dan hari-hari yang kita lalui tidak terlepas dari pelajaran-pelajaran kehidupan. Hikmah atau pelajaran hidup dapat kita ambil pada setiap momentum apapun, entah itu dalam keadaan senang ataupun sedih. Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa “orang yang cerdas adalah orang yang dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian hidup”. Hari ini saya mendapatkan sebuah kata mutiara dari seorang teman yang dia posting d grup whatsapp, seperti inilah kira-kira bunyinya: Ikhlas itu ketika hasil tak sebanding usaha dan harapan, tak membuatmu menyesali amal dan tenggelam dalam kesedihan Ikhlas itu ketika amal tidak disambut apresiasi sebanding,   tak membuatmu urung bertanding Empat baris kata diatas mengingatkan saya kembali pada sebuah makna keikhlasan. Sudah ikhlaskah saya selama ini?. pembahasan ikhlas memang bukanlah hal yang tabu, karena begitu penting dan sulitnya memaknai sebuah keikhlasan   m...