Postingan

tuhan ...ijinkan aku egois malam ini

9 maret 2013 waktu sudah meunjukka pukul 22.00 namun tidak ada tanda-tanda kota metropolitan akan sepi, terlebih malam itu adalah malam minggu, disepanjang jalan dipenuhi dengan anak muda yang seolah ingin menghabiskan malam bersama gemerlapnya Jakarta. Ah….itu kah potret anak muda bangsa ini. Hari itu saya bersama teman yang lain mengunjungi sebuah pamera buku islami terbesar di Jakarta, alasan terbesrnya adalah karena harganya yang murah, maklum mahasiswa. Saking asiknya mencari buku sampai saya tak sadar saat itu hari telah beranjak malam. Saya coba sms teman yang lain, ternyata mereka sudah pulang. Rasa panik kemudia mulai meyergap, beruntung ada kakak kelas yang saat itu belum pulang meski mereka akan pulang larut malam tapi saya putuskan untuk tetap menunggu. Saya ingat malam itu trans Jakarta teramat penuh sampai para penumpang berebut tempat duduk.Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan tempat duduk dengan perjungan keras tentunya.. Tak lama setelah itu ada seorang ibu y...

tipe kepribadian manusia

Dalam dunia psikologi, dikenal empat tipe kepribadian dasar manusia: Sanguinis, Melankolis, Koleris dan Phlegmatis. Dari keempat tipe kepribadian dasar itu, terdapat sifat dominan masing-masing tipe, yang juga mempunyai kelebihan dan kekurangan yang berbeda pula. Berikut ini kelebihan dan kekurangan masing-masing tipe kepribadian manusia: KOLERIS Si Kuat Kelebihan: * Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif * Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan * Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target * Bebas dan mandiri * Berani menghadapi tantangan dan masalah * "Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini". * Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat * Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas * Membuat dan menentukan tujuan * Terdorong oleh tantangan dan tantangan * Tidak begitu perlu teman * Mau memimpin dan mengorganisasi * Biasanya benar dan punya ...

Katika keyboard bicara

Aku termenung di depan computer memperhatikan tools-demi tools huruf yang ada di keyboard, setengah jam berlalu tak juga jari ini menyentuh key board. Satu jam berlalu begitu saja,   tanpa hasil. Perlahan kini aku mulai menyentuhnya, merasakan ada chemistry aku dengannya. Dapat Aku dengar key board itu berbisik padaku sentuhlah aku, maka kau akan mendapatkan keajaiban. Aku mulai berani memainkan jari ini, setiap aku berhenti ingin meghapus tulisan selalu ada bisikan jangan di hapus biarkan waktu yang memperbaiki tulisanmu. Maka aku urungkan niat itu sampai akhirnya aku tidak menyadari satu halaman telah penuh dengan tulisanku. Ku baca ulang kembali tulisanku dari awal, aku tersenyum. Biarlah waktu yang akan memperbaiki tulisanku……….

prestise vs prestasi

Sekilas percakapan saya dengan bapak penjual es podeng di depan sebuah uiversitas islam negri daerah Ciputat Bapak penjual es: jurusan apa neng? Saya: ekonomi syar’ah, saya gak kuliah di sini pak Bapak penjual es: di Muhammadiyah Jakarta? Saya: bukan, saya kuliah di SEBI(Sharia Economic Banking Institute) daerah Sawangan Bapak penjual es: memang yang kuliah di sini   hanya orang pintar, dan beruntung saja Saya: dekat sedikit nada kesal namun berusaha tetap dengan   nada candaaan, dan yang punya duit pak, kata saya Bapak: oh bukan Saya: ya harus pak kalau gak punya duit gak bisa makan haha.....saya dan bapak penjual es tertawa Akhirnya teman saya ikut menimpali, gak juga pak   universitas   yang bagus dan gede   itu belum tentu mahasiswanya baik semua, karena kuliah itu tergantung kitanya. Mau kulaih di tempat sebagus apa juga kalau kita gak benar-benar ya sama aja, begitu juga sebaliknya   ketika kita kuliah di swasta atau di tempat ya...

catatan hati seorang santri

Masuk Pesantren? Oh no!!! Tdak mungkin terjadi! Pasti hanya mimpi buruk. Aku harus segera bangun dari mimpi buruk ini. Tapi, ini bukan mimpi, ini kenyataan. Kenyataan pahit yang harus aku telan. Bukankah seharusnya aku sedang kuliah? Tapi kenapa aku terdampar di sini? Di tempat yang penuh dengan kekangan ini? Aku tak tahu, entah kenapa tiba-tiba aku harus terdampar di planet bernama Pesantren ini. Planet dengan penghuni yang aneh, memakai kerudung lebar, tidak ada komunikasi antara laki-laki dan perempuan, tidak ada internet, tidak ada acara jalan-jalan. Huh!! Hari-hariku pasti akan suram di sini, itu pikirku saat itu. Aku tidak terbiasa dengan semua ini, semuanya serba ngantri, tidak boleh berisik, tidur tepat waktu, dibangunkan pagi-pagi buta. Tidak! Ini bukan duniaku. “ Ishbir ya ukhti. ” hanya kata itu yang biasa aku dengar. “Sabar sih sabar! Tapi semua kan ada batasnya.” batinku. Kufikir, penderitaan ini berakhir sampai di sini, ternyata tidak! Tidak ada hp at...

aku bukan kutu buku

            Entah sejak kapan aku mengenalnya, yang jelas kehadirannya dalam hidupku membuat hari-hari ku selalu penuh warna, canda tawa, bahkan kadang air mata. Dia bernama..... buku.             Tidak butuh proses lama untuk mengenalnya. Awal aku berjumpa dengannya disebuah perpustakaan, dia berjajar dengan teramat rapi. Tiba-tiba, entah mengapa aku ingin sekali mengambilnya, untuk mengenalnya lebih jauh. Setelah aku buka, aku pun menemukan sesuatu yang tak pernah aku tahu sebelumnya. Mulai saat itulah aku bersahabat dengan buku. Kemana pun aku pergi, dia selalu ada bersamaku.             Awalnya hanya buku dongeng yang aku baca, maklum, waktu itu aku masih duduk di sekolah dasar. Seiring berjalannya waktu, aku mulai melahap berbagai jenis buku. Mulai dari novel, sastra, majalah, sampai  kora...

kisah tentang luka

Gambar
Aku tidak pernah percaya bahwa di dunia ini ada persahabatan yang abadi, yang ada hanyalah sedikit kebahagiaan dan banyak kisah memilukan. Tapi hari ini teori itu terbantahkan. *** Sifatku yang supel, mudah bergaul dengan semua orang, membuatku jarang sekali mempunyai teman dekat. Bagiku sudah cukup bahagia ketika kita bisa berbagi dengan semua teman tanpa harus ada keterikatan dengan satu orang. Meskipun pada akhirnya, aku baru sadar betapa perlunya seorang sahabat, terlebih ketika aku menjalani kehidupan di asrama. Dia beda, itu kesan pertama. sifat yang tak jauh berbeda denganku, supel, periang.meskipun umurnya di bawahku tapi wawasan dan pengetahuannya jangan di ragukan. Itu yang menjadikan kami sering berdiskusi panjang lebar hingga tak sadar sebenarnya sudah memasuki wilayah pribadi (baca:curhat). Ada satu hal yang membuat aku selalu merasa berharga di matanya, sifat kekanak-kanakan yang dia miliki menjadikan aku merasa menjadi kakak untuknya. Bertanggung jaw...